INDAHNYA PEMANDANGAN DI KAKI GUNUNG TANDIKEK

Sabtu, 27 Oktober 20120 komentar

Gunung Tandikek terletak di tiga kabupaten/kota di Sumatera Barat. Gunung ini memang tidak populer di tengah masyarakat, namun gunung ini memiliki status aktif. Tandikek berlokasi antara Kabupaten Padang Pariaman, Agam dan Kota Padang Panjang dengan ketinggian 2437 mdpl.

Ada jalur alternatif yang dibuat oleh pemerintah Sumatera Barat untuk memecah kemacetan jalan lintas Padang-Bukittinggi, yang melintasi daerah Silaing yang menjadi sumber kemacetan. Jalur baru sepanjang 41,3 kilometer melintasi Sicincin, Patamuan, sampai di Malalak dan berakhir di Agam.

Baru masuk di kawasan Secincin anda akan di sambut bentangan sawah yang berwarna hijau dan kuning. Rentetan rumah bagongjong (rumah adat) Minangkabau menjadi keindahan tersendiri. Ketika memasuki kawasan memasuki wilayah Patamuan anda di suguhkan lima mesjid yang berjajaran di daerah tersebut. Di daerah tersebut puncak gunung Tandikek mulai mengintip di sela-sela pohon kepala dan kulit manis.

Dan saat memasuki daerah Malalak Kabupaten Agam, jalan sudah mulai mendaki, ini bertanda anda sudah mulai masuk di dekat Gunung Tandikek. Sepanjangan jalan sebelah kiri bentangan alam Minangkabau di Malalak ini akan memukau anda. Tak salah ketika Agus Salim tokoh dan pahlawan dari Sumatera Barat menyatakan “Alam Takambang Manjadi Guru” menjadi filosofi orang Minangkabau, tentu H. Agus Salim menyatakan itu karena alam Minangkabau memang indah.

Saat melewati Malalak Selatan lembah dan ngarai mulai kelihatan, hamparan sawah yang berwarna hijau dan kuning, perkampungan mungil sebuah panorama yang eksotis.Bagi fotografer pencinta alam, banyak sudut yang dibidik dengan kamera kesayangannya. Hamparan sawah, masyarakat menanam padi dan menyabit padi merupakan ‘makanan lezat’ bagi para pencinta foto. 

Kalau memandang gunung Tandiket di bukit juga banyak pohon yang berwarna-warni, daun-daun casiavera menjadi keindahan gunung tersebut. Warga ramah menjadi andalan kawasan tersebut, senyum warga ketika anda menyapa merupakan keunikan tersendiri. Kalau memandang ke arah barat bisa melihat bentangan laut luas sudah indah alam ciptaan Tuhan.

Hamparan sawah ini indah karena warna-warninya, di mana sawah tidak serentak ditanami. Udara yang sejuk menambah kenyamanan dalam mengabadikan momen-momen ini. Jika sudah penat bisa singgah di pondok Barangah di tengah perjalanan. Di pondok ini juga disediakan makanan dan minuman letaknya juga di salah satu puncak bukit di daerah tersebut.(Sumber. Okezone.com)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SMILe NEWSPAPER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger