SAMBUNG SAMPING TANAMAN KAKAO

Minggu, 18 November 20120 komentar




“Caliak Contoh Ka Nan Sudah Caliak Tuah Ka Nan Manang”

Begitulah pembukaan yang disampaikan oleh Bupati Agam, Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah pada tanggal 9 November 2011 dalam acara Pembukaan Sambung Samping Pada Tanaman Kakao di Keltan Kerja Bersama Jorong Padang Tongga, Kenagarian Manggopoh, Kec. Lubuk Basung. Alasan mengapa Bupati kita menyampaikan petuah di atas adalah agar petani lainnya mau mencontoh dan melaksanakan teknologi baru yang tepat guna demi peningkatan produksi kakao.

Pada lahan kakao yang dikunjungi Bupati tersebut telah dilaksanakan teknologi sambung samping dimana untuk entresnya dipilih kakao yang mempunyai mutu bagus dan untuk pelaksanaannya petani bermitra dengan para ahli yang didatangkan langsung dari Sulawesi. Terlihat di lapangan semua sambungan telah tumbuh dengan baik, beberapanya telah tumbuh daun 2-6 helai. Syarat tanaman yang akan dilakukan sambung samping adalah tanaman telah berumur 15 tahun dan selama ini pemeliharaannya kurang maksimal dan tidak sesuai prosedur.

Kakao adalah salah satu tanaman perkebunan yang mempunyai prospek yang sangat cerah. Budidaya tanaman kakao ini harus dilakukan secara terpadu, selain dari pemilihan bibit unggul, pemeliharaannya juga harus tepat agar mendapatkan produksi yang maksimal. Pemeliharaan yang paling penting selain dari pemupukan dan pengendalian hama penyakit adalah pemangkasan. Jenis pemangkasannya juga beragam tergantung dari tujuan yang diinginkan, baik itu pangkas bentuk dari umur 1 – 1,5 tahun, pangkas produksi kalau kakao sudah berbuah, pangkas pemeliharaan maupun pangkas restorasi untuk membuang cabang-cabang yang mati. Akan tetapi sangat disayangkan masih sedikit petani yang sadar akan pentingnya pemangkasan sehingga lebih menyukai tanaman kakao mereka tumbuh rimbun dengan alasan terlalu sayang kalau dipangkas. Hal ini menyebakan penurunan produksi kakao tersebut karena pertumbuhan lebih fokus ke daun dari pada ke buahnya. Nah, disinilah tantangan bagi Praktisi Pertanian dan semua pihak terkait untuk meyakinkan petani bagaimana cara budidaya kakao yang tepat.

Terakhir, Bupati Agam mengharapkan tidak cuma tanaman kakao saja yang dilakukan sambung samping, mungkin selanjutnya tanaman durian, alpukat, mangga, dan lain sebagainya. Dengan membudidayakan tanaman lokal dengan lebih profesional diharapkan nantinya tanaman lokal Lubuk Basung bisa menjadi raja di negerinya sendiri dan tidak menutup kemungkinan mengalahkan tanaman impor.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SMILe NEWSPAPER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger